CONTOH
KOLOID DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Nama : Selly Nalafradiany S
NIM :
12030654060
Kelas :
Pendidikan Sains B
GETAH KARET
Getah
karet dihasilkan dari pohon karet atau hevea. Getah karet merupakan sol, yaitu
dispersi koloid fase padat dalam cairan.Getah karet banyak digunakan sebagai
bahan dasar idustri karet. Karet alam merupakan zat padat yang
molekulnya sangat besar (polimer). Partikel karet alam terdispersi sebagai
partikel koloid dalam sol getah karet Karet diperoleh dengan cara
mengkoagulasikan getah karet dengan asam formiat (HCOOH) atau asam asetat (CH3COOH), agar
menggumpal dan terpisah dari medium pendispersinya. Larutan
asam pekat itu akan merusak lapisan pelindung yang mengelilingi partikel karet.
Sedangkan ion-ion H+-nya akan menetralkan muatan partikel karet sehingga karet
akan menggumpal. Gumpalan karet kemudian digiling dan dicuci kemudian
diproses lebih lanjut sebaga lembaran yang disebut sheet
atau diolah menjadi karet remah (crumb rubber).
Getah karet
yang digunakan pada pembuatan balon atau karet busa tidak digumpalkan,tetapi
dibiarkan dalam wujud cair yang dikenal dengan lateks. Agar tetap dalam keadaan
stabil, getah karet dicampur dengan larutan ammonia (NH3 (aq)).
Larutan ammonia bersifat basa akan melindungi karet didalam sol lateks dari
zat-zat bersifat asam. Kondisi ni akan melindungi sol dari penggumpalan sehingga
sol tidak menggumpal.
Pengertian Koloid
Thomas
Graham (1805-1809) dalam penyelidikannya mengenai difusi larutan melalui
membran telah membedakan koloid dan kristaloid. Dari pengamatannya ternyata
partikel zat dalam larutan ada yang berdifusi cepat dan lambat. Zat-zat yang
mudah berdifusi umumnya membentuk kristal dalam keadaan padat, sehingga ia
menyebutnya kristaloid. Contohnya NaCl dalam air. Istilah ini tidak populer
karena ada zat yang bukan kristal tetapi mudah berdifusi misalnya HCl dan HNO3.
Sedangkan zat-zat yang sukar berdifusi seperti lem, agar-agar, putih telur
dinamakan koloid. (bahasa Yunani; kolla=perekat). Menurut Graham
kecepatan difusi suatu zat dipengaruhi oleh massa partikelnya. Makin besar
massa partikelnya makin kecil kecepatan difusinya. Ada hubungan antara massa
dan ukuran partikel. Bila massa partikel besar berarti ukurannya besar,
demikian sebaliknya.
Sistem
dispersi adalah sistem dimana suatu zat terbagi halus atau terdispersi dalam
zat lain. Koloid merupakan suatu sistem dispersi, karena terdiri dari dua fase,
yaitu fase terdispersi (fase yang tersebar halus) yang kontinyu dan fase
pendispersi yang diskontinyu. Fase terdispersi umumnya memiliki jumlah yang
lebih kecil atau mirip dengan zat terlarut dan fase pendispersi jumlahnya lebih
besar atau mirip pelarut pada suatu larutan. Pada contoh dispersi tanah liat,
partikel tanah liat adalah fase terdispersi sedangkan air merupakan fase
pendispersinya. Larutan sejati tidak termasuk sistem dispersi karena terdiri
dari satu fase.Fase terdispersi maupun fase pendispersi dapat berupa gas, cair,
atau padat.
Macam-macam
Koloid
1. Aerosol yang memiliki zat pendispersi berupa gas. Aerosol
yang memiliki zat terdispersi cair disebut aerosol cair (contoh: kabut dan
awan) sedangkan yang memiliki zat terdispersi padat disebut aerosol padat
(contoh: asap dan debu dalam udara).
2. Sol Sistem koloid dari partikel padat
yang terdispersi dalam zat cair. (Contoh: Air sungai, sol sabun, sol detergen,
cat dan tinta).
3. Emulsi Sistem
koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain, namun kedua zat cair
itu tidak saling melarutkan. (Contoh: santan, susu, mayonaise, dan minyak
ikan).
4. Buih Sistem
Koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair. (Contoh: pada pengolahan bijih
logam, alat pemadam kebakaran, kosmetik dan lainnya). Ada pula buih padat yang
merupakan gas yang terdispersi dalam padat (Contoh: Styrofoam, batu apung,
spons, marshmallow).
Sifat- sifat koloid
- Efek Tyndall
Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh
partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang
cukup besar. Efek Tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena
sinar. Pada saat larutan sejati disinari dengan cahaya, maka larutan tersebut
tidak akan menghamburkan cahaya, sedangkan pada sistem koloid, cahaya akan
dihamburkan. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai
partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut.
Sebaliknya, pada larutan sejati, partikel-partikelnya relatif kecil sehingga
hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati.
- Gerak Brown
Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang
senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). Jika
koloid diamati dibawah mikroskop ultra, maka kita akan melihat bahwa
partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. Pergerakan zigzag
ini dinamakan gerak Brown.
- Adsorpsi
Adsorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada
permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel.
Adsorpsi harus dibedakan dengan absorpsi yang artinya penyerapan yang terjadi
di dalam suatu partikel.
- Muatan koloid
Dikenal dua
macam koloid, yaitu koloid bermuatan positif dan koloid bermuatan negatif.
- Koagulasi koloid
Koagulasi
adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya
koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat
terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara
kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.
- Koloid pelindung
Koloid
pelindung ialah koloid yang mempunyai sifat dapat melindungi koloid lain dari
proses koagulasi.
- Dialisis
Dialisis
ialah pemisahan koloid dari ion-ion pengganggu dengan cara mengalirkan cairan
yang tercampur dengan koloid melalui membran semi permeable yang berfungsi
sebagai penyaring. Membran semi permeable ini dapat dilewati cairan tetapi
tidak dapat dilewati koloid, sehingga koloid dan cairan akan berpisah.
- Elektroforesis
Elektroferesis
ialah peristiwa pemisahan partikel koloid yang bermuatan dengan menggunakan
arus listrik
0 komentar:
Posting Komentar