Selasa, 16 Desember 2014

metabolit sekunder kluwak

3



1.     Kluwak

Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
P. edule
Pangium edule
Reinw. ex Blume

Pohon Kluwek atau orang Sunda memanggilnya tangkal picung (tangkal = pohon, picung = kluwek) atau dalam bahasa lain kepayang, kepahiang, , kluwak, keluak, atau kluak, panarassan ( dalam bahasa ilmiah Pangium edule Reinw. ex Blume, suku Achariaceae, dulu dimasukkan dalam Flacourtiaceae) adalah pohon yang tumbuh liar atau setengah liar (sengaja ditanam) .
Biji kluwek dipakai sebagai bumbu dapur masakan Indonesia yang memberi warna hitam pada rawon, daging bumbu kluwek, brongkos, serta sup konro. Bijinya, yang memiliki salut biji yang bisa dimakan, bila mentah sangat beracun karena mengandung asam sianida dalam konsentrasi tinggi. Bila dimakan dalam jumlah tertentu menyebabkan pusing (mabuk).
Biji kepayang siap dijual di pasar. Racun pada biji ini dapat dipakai sebagai racun untuk mata panah. Biji ini aman diolah untuk makanan bila telah direbus dan direndam terlebih dahulu. Kluwek diperoleh masyarakat sekitar dengan cara mengambilnya dari tanaman pohon kepayang yang diambil bijinya. Pohon kepayang tingginya 40 meter dan diameter batangnya 2,5 meter. Tumbuh liar di daerah 1000 m dpl (di atas Permukaan laut) di seluruh Indonesia. Tanaman ini merupakan khas vegetasi dari Indonesia. Jika ada di negara lain berarti sudah diekspor.
Riset Balai Penelitian Veteriner, Bogor, menyebut biji kluwak mengandung 1.000—2.000 ppm asam sianida tergantung kondisi biji. Biji yang keras mengandung 2.000 ppm, biji lunak 1000 ppm, dan biji berair 500 ppm. Yang disebut terakhir setara asam sianida pada daun kepayang. Asam sianida dalam jumlah kecil saja 2,5—5 ppm dapat mematikan hampir semua spesies hewan dalam beberapa menit pascakonsumsi. Sementara kadar piretrin pada kepayang mencapai 5,89% Pada rawon biji kluwak aman karena sebelumnya mengalami proses fermentasi alami.
Di kalimantan sendiri terutama di daerah Kaliman Tengah, keluwek atau kepayang tersebut bisa di jadikan sayur sebagai teman makan. Buah kepayang atau keluwek terebut di gunakan untuk pewarna masakan rawon, butuh proses untuk menjadikan keluwek tersebut menjadi hitam, karena dari isi keluwek yang hitam itulah di gunakan utuk pewarna alami masakan rawon.
Keluwek harus diolah dan diproses dengan benar terlebih dahulu agar dapat dimakan atau di jadikan sayur, karena kalau tidak bisa mengolah buah tersebut dengan baik dan benar maka akan bisa menyebabkan keracunan kalau dimakan.
KEGUNAAN POHON KLUWEK:
Kayunya digunakan untuk membuat batang korekapi. Daunnya sebagai obat cacing. Bijinya sebagai antiseptik. Bijinya dihaluskan dapat menghilangkan kutu pada kerbau. Biji keluwek dapat dibuat minyak sebagai pengganti minyak kelapa. Kluwek bisa dugunakan sebagai pengawet ikan: untuk 50 kg tangkapan ikan, digunakan 1 kg biji kluwek yang telah dicacah dan dicampur garam sebanyak 1 kg, campuran dilumurkan pada hasil tangkapan, dan disimpan dalam ember plastik tertutup. Asam sianida biji kluwak akan mengawetkan ikan selama 6 hari, setiap hari dibuka selama 5 menit untuk menguapkan sianidanya.
KANDUNGAN KIMIA PADA BIJI KLUWEK:
  • Vitamin C
  • Ion besi
  • Betakaroten
  • Asam sianida (sifatnya beracun, mudah menguap pada suhu 26 derajat Celcius, bila terhirup binatang ternak dapat mengakibatkan kematian, aman untuk pengawetan ikan).
  • Asam hidnokarpat.
  • Asam khaulmograt.
  • Asam glorat.
  • Tanin (sebagai pengawet ikan)
Pohon Kluwek rata-rata memiliki tinggi 40 meter dengan diameter batang 2,5 meter dan tumbuh liar di daerah yang memiliki permukaan tanah 1000m dpl (diatas permukaan laut), Uniknya, kluwek merupakan khas vegetasi dari Indonesia, jadi apabila di luar negeri Anda menemukan pohon kluwek, kemungkinan itu adalah tumbuhan ekspor dari negara kita.
MANFAAT POHON KLUWEK :
  • Kayunya digunakan untuk membuat batang korekapi.
  • Daunnya sebagai obat cacing.
  • Bijinya sebagai antiseptik.
  • Bijinya dihaluskan dapat menghilangkan kutu pada kerbau.
  • Biji keluwek dapat dibuat minyak sebagai pengganti minyak kelapa.
TIPS MEMILIH KLUWEK :
  • Pilih yang batoknya tidak berjamur.
  • Kocok-kocok, ambil bila terasa berat dan koplok biasanya daging buahnya bagus dan berwarna hitam.
  • Apabila tidak menemukan yang koplok, minta izin penjualnya untuk pecahkan satu dan lihat isinya.
  • Daging buah yang bagus berwarna hitam pekat, jangan ambil bila berwarna kelabu atau berjamur, karena itu kluwek yang sudah kadaluwarsa. Kalau dagingnya agak putih, berarti kluweknya masih muda.
  • Pada waktu akan digunakan, pecahkan batoknya dengan ulekan batu atau martil.
  • Ambil sedikit dagingnya dengan sendok teh, cicipi, kalau pahit jangan digunakan.
  • Walau kluwek yang bagus bentuknya bulat seperti bentuk batoknya dan utuh, tapi kalau dapat yang sudah mengering dan menempel pada batoknya tidak apa-apa, asalkan tetap berwarna hitam pekat dan tidak pahit. Masih bisa dipakai, asal direndam dulu dengan air panas.

Sumber :  majalahkesehatan.com/labu-siam-sedap-dimakan-dan-berkhasiat

3 komentar:

  1. menurut saya artikel ini sudah menarik. Bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan dipahami,untuk secara keseluruhan artikel ini bagus, baik digunakan untuk menambah pengetahuan bagi pembaca :)
    (y)

    BalasHapus
  2. artikelnya bagus, menambah pengetahuan :D

    BalasHapus
  3. menarik ..
    nambah info nih..
    sranku diberi gambar juga..

    BalasHapus