1.
Kluwak
|
||||||||||||||
Pohon
Kluwek atau orang Sunda memanggilnya tangkal picung (tangkal = pohon,
picung = kluwek) atau dalam bahasa lain kepayang, kepahiang, , kluwak, keluak,
atau kluak, panarassan ( dalam bahasa ilmiah Pangium edule Reinw. ex Blume,
suku Achariaceae, dulu dimasukkan dalam Flacourtiaceae) adalah
pohon yang tumbuh liar atau setengah liar (sengaja
ditanam) .
Biji kluwek
dipakai sebagai bumbu dapur masakan Indonesia yang
memberi warna hitam pada rawon, daging bumbu kluwek, brongkos, serta sup konro.
Bijinya, yang memiliki salut biji yang bisa dimakan, bila mentah sangat beracun
karena mengandung asam sianida dalam konsentrasi tinggi. Bila dimakan dalam
jumlah tertentu menyebabkan pusing (mabuk).
Biji kepayang siap dijual di pasar. Racun pada biji ini dapat dipakai sebagai racun untuk mata panah. Biji ini aman diolah untuk makanan bila telah direbus dan direndam terlebih dahulu. Kluwek diperoleh masyarakat sekitar dengan cara mengambilnya dari tanaman pohon kepayang yang diambil bijinya. Pohon kepayang tingginya 40 meter dan diameter batangnya 2,5 meter. Tumbuh liar di daerah 1000 m dpl (di atas Permukaan laut) di seluruh Indonesia. Tanaman ini merupakan khas vegetasi dari Indonesia. Jika ada di negara lain berarti sudah diekspor.
Biji kepayang siap dijual di pasar. Racun pada biji ini dapat dipakai sebagai racun untuk mata panah. Biji ini aman diolah untuk makanan bila telah direbus dan direndam terlebih dahulu. Kluwek diperoleh masyarakat sekitar dengan cara mengambilnya dari tanaman pohon kepayang yang diambil bijinya. Pohon kepayang tingginya 40 meter dan diameter batangnya 2,5 meter. Tumbuh liar di daerah 1000 m dpl (di atas Permukaan laut) di seluruh Indonesia. Tanaman ini merupakan khas vegetasi dari Indonesia. Jika ada di negara lain berarti sudah diekspor.
Riset Balai
Penelitian Veteriner, Bogor, menyebut biji kluwak mengandung 1.000—2.000 ppm
asam sianida tergantung kondisi biji. Biji yang keras mengandung 2.000 ppm,
biji lunak 1000 ppm, dan biji berair 500 ppm. Yang disebut terakhir setara asam
sianida pada daun kepayang. Asam sianida dalam jumlah kecil saja 2,5—5 ppm
dapat mematikan hampir semua spesies hewan dalam beberapa menit pascakonsumsi.
Sementara kadar piretrin pada kepayang mencapai 5,89% Pada rawon biji kluwak
aman karena sebelumnya mengalami proses fermentasi alami.
Di kalimantan
sendiri terutama di daerah Kaliman Tengah, keluwek atau kepayang tersebut bisa
di jadikan sayur sebagai teman makan. Buah kepayang atau keluwek terebut di
gunakan untuk pewarna masakan rawon, butuh proses untuk menjadikan keluwek
tersebut menjadi hitam, karena dari isi keluwek yang hitam itulah di gunakan
utuk pewarna alami masakan rawon.
Keluwek harus
diolah dan diproses dengan benar terlebih dahulu agar dapat dimakan atau di
jadikan sayur, karena kalau tidak bisa mengolah buah tersebut dengan baik dan
benar maka akan bisa menyebabkan keracunan kalau dimakan.
KEGUNAAN POHON KLUWEK:
Kayunya
digunakan untuk membuat batang korekapi. Daunnya sebagai obat cacing. Bijinya
sebagai antiseptik. Bijinya dihaluskan dapat menghilangkan kutu pada kerbau. Biji
keluwek dapat dibuat minyak sebagai pengganti minyak kelapa. Kluwek bisa
dugunakan sebagai pengawet ikan: untuk 50 kg tangkapan ikan, digunakan 1 kg
biji kluwek yang telah dicacah dan dicampur garam sebanyak 1 kg, campuran
dilumurkan pada hasil tangkapan, dan disimpan dalam ember plastik tertutup.
Asam sianida biji kluwak akan mengawetkan ikan selama 6 hari, setiap hari
dibuka selama 5 menit untuk menguapkan sianidanya.
KANDUNGAN KIMIA PADA BIJI KLUWEK:
- Vitamin C
- Ion besi
- Betakaroten
- Asam sianida (sifatnya beracun, mudah menguap pada suhu 26 derajat Celcius, bila terhirup binatang ternak dapat mengakibatkan kematian, aman untuk pengawetan ikan).
- Asam hidnokarpat.
- Asam khaulmograt.
- Asam glorat.
- Tanin (sebagai pengawet ikan)
Pohon Kluwek rata-rata memiliki tinggi 40 meter dengan
diameter batang 2,5 meter dan tumbuh liar di daerah yang memiliki permukaan
tanah 1000m dpl (diatas permukaan laut), Uniknya, kluwek merupakan khas
vegetasi dari Indonesia, jadi apabila di luar negeri Anda menemukan pohon
kluwek, kemungkinan itu adalah tumbuhan ekspor dari negara kita.
MANFAAT POHON KLUWEK :
- Kayunya digunakan untuk membuat batang korekapi.
- Daunnya sebagai obat cacing.
- Bijinya sebagai antiseptik.
- Bijinya dihaluskan dapat menghilangkan kutu pada kerbau.
- Biji keluwek dapat dibuat minyak sebagai pengganti minyak kelapa.
TIPS MEMILIH KLUWEK :
- Pilih yang batoknya tidak berjamur.
- Kocok-kocok, ambil bila terasa berat dan koplok biasanya daging buahnya bagus dan berwarna hitam.
- Apabila tidak menemukan yang koplok, minta izin penjualnya untuk pecahkan satu dan lihat isinya.
- Daging buah yang bagus berwarna hitam pekat, jangan ambil bila berwarna kelabu atau berjamur, karena itu kluwek yang sudah kadaluwarsa. Kalau dagingnya agak putih, berarti kluweknya masih muda.
- Pada waktu akan digunakan, pecahkan batoknya dengan ulekan batu atau martil.
- Ambil sedikit dagingnya dengan sendok teh, cicipi, kalau pahit jangan digunakan.
- Walau kluwek yang bagus bentuknya bulat seperti bentuk batoknya dan utuh, tapi kalau dapat yang sudah mengering dan menempel pada batoknya tidak apa-apa, asalkan tetap berwarna hitam pekat dan tidak pahit. Masih bisa dipakai, asal direndam dulu dengan air panas.
Sumber :
majalahkesehatan.com/labu-siam-sedap-dimakan-dan-berkhasiat
menurut saya artikel ini sudah menarik. Bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan dipahami,untuk secara keseluruhan artikel ini bagus, baik digunakan untuk menambah pengetahuan bagi pembaca :)
BalasHapus(y)
artikelnya bagus, menambah pengetahuan :D
BalasHapusmenarik ..
BalasHapusnambah info nih..
sranku diberi gambar juga..